//
you're reading...
Anda Sebaiknya Baca

Rangkuman Buku 9 Pertanyaan Fundamental

Strategi Membangun kekayaan Tanpa Riba.

  1. Seberapa besar kapasitas yang anda persiapkan?
  2. Mampukah anda mendahulukan diri anda?
  3. Kepada siapa anda berkomitment?
  4. Kemanakah fokus anda arahkan?
  5. Seberapa murah biaya hidup anda?
  6. Siapa yan jadi ahli keuangan anda?
  7. Seberapa cerdas anda menggunakan daya ungkit?
  8. Bagaimana anda menikapi resiko?
  9. Di level manakah anda bermain?

Sebelum menjawab 9 pertanyaan yang fundamental, buku ini terlebihdahulu bercerita bahwa ternyata kaya dan miskin itu sangat terkait denganMindset. Ada 3 hal mendasar masalah dunia usaha di Indonesia. Pertama MindsetEnterpreneurship  yang masihrendah. Bagi orang pintar, sukses itu adalah jika kita berhasil menjualsesuatu; orang bodoh berkata bahwa sukses adalah jika kita bisa membelisesuatu. Sehingga tidak heran yang tumbuh berjamuran di negri kita ini adalahMall bukan usaha kecil menengah yang berhasil memproduksi sesuatu yang bisamensejahterakan bangsa ini.

Kedua, sekitar 70% pebisnis diIndonesia financially incompetent. Padahal menguasai keuanganadalah keterampilan pokok yang harus dimiliki oleh seorang pebisnis setelahmenjual. Karena yang dimaksud dengan ‘kaya’ bukan semata penghasilannya yangbesar, melainkan mampu mengelola uang yang ada menjadi besar. Ketiga, ialah tidak jelas nilai yang dibela.Ketidakjelasan ini berpengaruh pada sikap dan keberpihakan warga Negaraterhadap sesuatu termasuk produk-produk local. Tidak adanya pembelaan terhadapproduk Indonesia menyebabkan banyak pengusaha Indonesia yang mati. Seharusnya,warga Negara Indonesia didorong untuk membeli sesuatu bukan karena murah, bukankarena lebih baik, tetapi karena sesuatu itu buatan Indonesia.

“KITABELA dan BELI PRODUK INDONESIA”

Siaaapppp…??

=>Pertanyaan fundamental pertama dari buku iniialah, Seberapa besar kapasitas yang adasiapkan? Hal ini terkait erat dengan perubahan diri menuju pribadi yanglebih baik dan lebih taat lagi pada yang Menciptakan. Tidak hanya perubahandiri saja melainkan juga keluarga dan aktifitas social sehingga ketiga hal iniakan berdampak pada bisnis yang dijalankan. Ada tiga hal yang menentukan besarkecilnya kapasitas seseorang.

Pertama, seberapa sadar kita tentang jati diri kita? Kesadaran tentang jati diri perlu kita pastikankarena kaya dan miskin itu bukan keadaan, tetapi mentalitas. Kaya dan miskinitu karakter. Kedua, Apa yang sungguh sungguh kita yakini? Keyakinan sepertiapa yang kita miliki. Apakah kita meyakini bahwa kulaitas hidup ini hanyaurusan takdir atau ada hal lain yang bernama usaha. Ketiga, Apa nilai nilai yang kita bela? Keputusan seseorangmencerminkan nilai yang dibelanya.

=>Pertanyaan kedua, Mampukah ada mendahulukan diri sendiri? Mendahulukan diri sendiriberarti menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk diri sendiri, sebelumdialokasikan untuk keperluan lain. Mendahulukan diri sendiri berartimenempatkan sedekah dan tabungan di urutan pertama dan kedua sebelum keperluanlain. Sedekah dikeluarkan minimal 10% dari penghasilan, demikian pula menabungdialokasikan 10% dari penghasilan.

=>Pertanyaan ketiga, Kepada siapa anda berkomitmen? Komitmen adalah janji kepada kitakepada diri sendiri dan melanggarnya berarti merenggut kehormatan diri kitasendiri. Komitmen ini lahir karena pengenalan diri kita terhadap Allah.  Diantara komitmen yang harus kita pegangadalah menghindari riba, apapun kondisi yang sedang dihadapi. Karena Allahsudah menetapkan dalam Qur’an surat al-Baqarah (2): 278-279) bahwa Ia mintamanusia meninggalkan riba dan jika tidak meninggalkannya maka Allah dan Rasulakan memerangi. Serem banget kan? Banyak manusia menjadi terpuruk dan burukakibat ulah riba ini. Tidak Islam saja yang menharamkan riba.

Kita bisa memeriksa literature agama samawi yang lainseperti Kristen dan Yahudi, haramnya riba juga jelas termaktub dalam Injil danTalmud.  Saat ini orang dengan mudahmengajukan kredit kepada bank atau memiliki banyak kartu kredit untuk memenuhikebutuhan hidup dan gaya hidup. Ahirnya penghasilannya hanya ia fokuskan untukmembayar cicilan. Padahal satu riba akan memancing 73 keburukan. Makaberhijrahlah! Riba tidak akan mengantarkan kita pada kekayaan dan keberkahan,apa lagi kaya.

=>Pertanyaan keempat, Kemanakah focus yang anda arahkan?  Kita mungkin pernah mengalami titik terendahdalam hidup. Kesulitan dan cobaan membelenggu langkah, sampai bernafas punsulit rasanya. Dalam kondisi ini hanya FOKUS yang bisa membantu kita keluar.Fokus kepada janji janji Allah bahwa Dia akan menolong hambanya yang bertakwa.Meski mungkin kita belum pantas mengaku bahwa kita bertakwa, namun dalamkondisi seperti itu, siapa lagi yang kita miliki kalau bukan Allah? Denganfocus kepada harapan bahwa jalan keluar akan dikaruniakan Allah kita akan kuatdan menghadirkan semangat. Bagaimana caranya?

~ Pertama: Focus kepada hal-hal yang bisadilakukan, bukan kepada hal hal yang tidak bisa dilakukan.

~Kedua,Fokus untuk menang, bukan focus untuk kalah.

~Ketiga, focus pada tujuan, pada kekuatan kita dan pada janji-janjiTuhan.

 =>Pertanyaan kelima, Seberapa Murah Biaya Hidup Anda? Mentalitas orang miskin adalahSPENDING. Dia selalu ingin membeli sesuatu, memiliki sesuatu atau melakukansesuatu. Sayangnya tidak pernah menghitung apakah dia memiliki uangnya atautidak. Sehingga orang seperti ini selalu tidak pernah bisa lepas dari utang.Selanjutnya mentalitas kelas menengah (middle Class) mereka berpenghasilantinggi dan terlihat kaya. Bukan kaya beneran.

Fokus merekaada  lifestyle bahkan gaya hidup adalah cara hidupnya, ideologinya. Padahal ongkosuntuk terlihat kaya itu jauh lebih mahal dari pada menjadi kaya. Ahirnya tanpasadar ia jatuh kedalam kondisi miskin betulan. Mentalitas terahir adalahmentalitas kaya. Mentalitas ini mengubah income menjadi asset. Denganperhitungan yang cermat asset itu dikelola dan berkembang sehingga kembalimenghasilkan income, dan terus demikian. Orang bermental kaya cenderungbersahaja.  Mereka menghargai uangnya dantidak ingin menghamburkannya hanya demi kesenangan sesaat.

Pertanyaan keenam, Siapa yang jadi ahli keuangan anda? Financial competencemencakup tiga hal utama yaitu Business Skill, Money Managenent Skill dan InvestingSkill. Jika ketiga hal ini kita kuasai maka menjadi kaya hanya persoalanwaktu. Ada sebuah cerita tentang Warren Buffet pada ahir tulisan pertanyaankeenam ini yang begitu berkesan untuk saya. Dimana saat Buffet main golf denganmitranya, mitranya mengajak Buffet untuk taruhan. Awalnya mitranya mengajaktaruhan masing masing 100 dolar. Buffet menolak, mitranya menaikan menjadi 500dolar untuk dirinya dan 100 untuk Buffet. Buffet kembali menolak, mitranyamenaikan menjadi 1000 dolar dan Buffet cukup 100 dolar. Artinya kalau Buffetmenang keuntungannya berlipat sepuluh, sedangkan kalau kalah Buffet hanya rugi100 dolar. Jawaban Buffet sangat mencengangkan.

Stupid insmall, stupid in big. I’m an investor and I’m not a gambler”. Biasa bertindak bodoh dalam hal remehakan membuatmu bertindak bodoh dalam hal besar.Bayangkan orang terkaya didunia masih mau memikirkan uang 100 dolar. Dia bisa menyumbangkan uang dalamjumlah besar melalui yayasan social miliknya, tapi tidak rela kehilangansepeser pun untuk taruhan yang tidak bermakna. Faktanya bila seseorang tidakpernah mengurusi hal yang kecil, dia tidak akan pernah mampu mengurusi hal yangbesar. Jika dia bodoh dalam hal kecil, dia akan ceroboh dalam hal besar.Jadi…siapa yang seharusnya menjadi ahli keuangan kita? Jawabannya, pasti kitasendiri.

=>Pertanyaan ketujuh, Seberapa Cerdas Anda Menggunakan Daya Ungkit? Pertanyaan ini munculdengan asumsi keenam pertanyaan diawal sudah dijawab dan dipahami sehingga kitasudah memiliki karakter kaya. Daya ungkit (leverage)memiliki makna utama menggunakan energy dari luar diri kita untuk membangunkekayaan. Energy itu bisa berupa modal orang lain, tenaga orang lain, keahlianorang lain dan lain sebagainya.

Pertanyaan kedelapan, Bagaimana Cara Anda Menyikapi Resiko? Mengambil risiko merupakanbagian integral dari bisnis atau pun kehidupan. Risiko adalah bagian darihidup. Cara terbaik untuk mengambil risiko adalah dengan mengambil risiko itusendiri. Artinya, untuk mengambil risiko di masa depan maka langkah yang terbaikadalah mengambil risiko itu saat ini. Dengan begitu setidaknya kita bisamemprediksi yang akan terjadi lima atau 10 tahun mendatang, berdasarkan kondisi yang sedang kita jalani sekarang.Ada beberapa langkah yan dijelaskan Pak Heppy Trenggono untuk memperoleh lowrisk high return, yaitu:

~Pertama, Apakah ada risiko saya harus melanggar aturan agama?

~Kedua, Apa yang bisa saya lakukan untuk menekan resiko?

~Ketiga, Apakah saya punya rencana cadangan?

~Keempat, Bagaimana kemungkinan gagalnya?,

~Kelima, Sejauh apa saya sanggup menghadapi resiko?,

~Keenam, Apa pendapat mentor saya?,

~Ketujuh, Apa kata naluri saya. Setelah menjawab pertanyaan pertanyaan tersebutdijamin berhasil? Tentu tidak jika ada jaminan berhasil bukan risiko namanya.

Pertanyaan terahir atau kesembilan, Di level manakah anda bermain? Levelini berupa level rizki. Level ke-1, rizki makhluk. Ini level rizki terbawahdimana Allah mencurahkan untuk semua makhluknya di seluruh alam. Level ke-2,rezeki orang yang berusaha. Orang yang berada pada level ini akan memperolehrizki sesuai dengan yang diusahakannya. 99% manusia berada pada level ini.Mereka memperoleh rezeki dengan kerja keras dengan mencurahkan tenaga, pikirandan waktu. Level ke-3, rezeki orang yang bersyukur. Orang yang berada di levelini memperoleh hasil jauh lebih tinggi dari yang dikerjakannya. 10 orangterkaya di dunia mereka adalah orang yang gemar bersedekah sebagai bukti syukurdan ternyata harta yang dimiliki kian subur, berkah dan melimpah. Level ke-4,rezeki orang yang bertakwa. Level rezeki ini diberikan kepada orang-orang yangdalam hidupnya tidak pernah ada rasa takut dan khawatir. Kedekatannya denganAllah membuat banyak masalah yang seharusnya dihadapi jadi diambil alih. Rezekiorang yang ada di level ini berasal dari arah yang tidak disangka-sangka.

Resume yang saya lakukan ini merupakan sebuah usahauntuk mengikat makna dari hasil bacaan yang dilakukan. Kesembilan pertanyaanfundamental ini sangat penting kita renungkan untuk bisa diterapkan dalamkehidupan sehari-hari. Semoga dari mindset positif lahir action positif jugalahir result positif. Salam Muda Mulia!

*sumber: facebook Febri Sukses Mulia*

Advertisements

About bung_roy

Seseorang yang sedang mengejar mimpi2 nya. Dan berusaha keras agar mimpi2 tersebut menjadi kenyataan. Berharap suatu saat bisa berhaji dengan bapak-ibu dan istri. Serta punya ambisi untuk bisa menginjakkan kaki pertama di Mekkah sebelum kota2 lain di LN. Mimpi2 yang lain adalah bisa menulis sebuah buku (tapi tentang apa belum tahu, hehe…) dan juga punya usaha di bidang kuliner/ punya semacam butik (kalau yang ini mimpi istri ) atau jenis bisnis lainnya. Dan ingin sekali resign dari pekerjaan setelah itu. Kini sedang berikhtiar serta menunggu doa2 nya diijabah oleh Allah. Aamiin!

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: