//
you're reading...
CasCIscUS

Pulang Kampung

Pulang kampung selalu membawa kenangan tersendiri. Khususnya saya sendiri. Aktivitas pulang kampung juga bisa membikin kita “refresh” dari kegiatan rutin harian kita. Biasanya, aktivitas ini dilakukan oleh orang pendatang kota2 besar dan masih memiliki kampung halaman di desa. Dan di jakarta, jumlah mereka cukup besar. Bagi mereka yang asli penduduk Jakarta (betawi), tentu pulang kampung tidak ada dalam kamus hidupnya. Soalnya di mereka tidak punya kampung. Adanya kampung melayu ataupun kampung rambutan :D.

pulang kampung

Gambar diambil dari Wikipedia.org

Biasanya mereka melakukan kegiatan pulang kampung ini minimal  satu kali setahun. Jadi pulang kampung ini sudah menjadi semacam tradisi bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Moment yang paling banyak dijadikan alasan untuk melakukan pulang kampung atau mudik ini yaitu Lebaran, terutama Idul Fitri.

Saya pun biasa melakukan ritual pulang kampung ini. Tahun ini, alhamdulillah masih bisa pulang kampung. Tidak sering sih….. maklum, kalau sering2 pulang kampung tidak bagus bagi kantong, he3. Bagi saya yang punya kampung di Kediri (dari Jakarta) ada beberapa alternatif kendaraan yg bisa dipakai mengangkut kita.

  1. Dari yang paling mahal: naik pesawat. Tentu saja membutuhkan dompet yang lebih tebal. Harus menabung jauh2 hari kayaknya kalau mau ambil alternatif ini. Tinggal kalikan aja berapa biaya yg harus dikeluarkan dengan tiga anggota keluarga ( saya sendiri, istri dan anak). belum biaya taksi dll. Memang kepraktisan dan kecepatan harganya mahal….
  2. Alternatif kedua dengan kereta eksekutif gajayana. Harga tiketnya untuk perjalanan Jakarta-kediri adalah 330rebu (kalau belum naik). Ini pilihan paling nyaman no.2. kereta ini berangkat dari stasiun Gambir pukul 17.00 WIB dan biasanya nyampek Kediri skitar pukul 6 pagi.
  3. Alternatif lainnya yaitu naik kereta bisnis Senja Kediri. Berangkat dari stasiun Senin pukul 15.00 dan nyampek Kediri sekitar pukul 5.30 pagi. Harga tiketnya untuk setiap seat nya Rp.165.000. kereta ini yang biasnya paling sering kami pilih untuk menemani pulang kampung kami.
  4. Kereta ekonomi “Berantas”. Berangkat dari stasiun Tanah Abang pukul 14.30. Harga tiketnya cukup murah: hanya 48ribu. Tapi kami tidak merekomendasikan alternatif ini, terutama kalau untuk mudik lebaran.
  5. Untuk jenis bis, saya biasa menggunakan bis eksekutif Harapan Jaya. Relatif nyaman, dapat makan 1 kali dan snack 1 kali. Harganya 200ribu/seat. Berangkat dari terminal Lebak Bulus pukul 14.00. Untuk saat ini saya jarang menggunakan alternatif ini soalnya istri saya suka mabuk kalau naik bis. Jadi ya sementara mengalah untuk naik kereta api… 🙂

Sampai beberapa tahun ke depan, aktivitas pulang kampung ini sepertinya masih menjadi rutinitas tahunan saya. Dan tidak tahu sampai kapan. Jadi ya dinikmati saja …. selama masih bekerja di daerah lain, pulang kampung ini akan menjadi salah satu agenda saya.

Alhamdulillah, orang tua saya dua-duanya masih sehat. Sebetulnya tujuan utama saya pulang kampung ya untuk menengok orang tua ( sebagai anak yg berbakti, cie…). selain untuk melepaskan rindu dengan tanah kelahiran tentu saja. Biasanya sih kalau sudah di kampung, kegiatannya ya ketemu kawan lama, silaturahmi ke sodara, dan yg paling berkesan ya wisata kuliner. Dan kebetulan di Kediri kulinernya mantab2 (#serius ini .. ). Dan masih banyak yang belum sempat saya cicipi…duh.

FYI, sekarang saya ada di kediri (#gapenting!), pulang kampung buat lebaran kurban 😀 tapi belom sempat berwisata kuliner…he2. sampai disini dulu curcol saya tentang pulang kampung. Bagi Anda yang punya kampung, sudah kah Anda pulang kampung tahun ini???

Advertisements

About bung_roy

Seseorang yang sedang mengejar mimpi2 nya. Dan berusaha keras agar mimpi2 tersebut menjadi kenyataan. Berharap suatu saat bisa berhaji dengan bapak-ibu dan istri. Serta punya ambisi untuk bisa menginjakkan kaki pertama di Mekkah sebelum kota2 lain di LN. Mimpi2 yang lain adalah bisa menulis sebuah buku (tapi tentang apa belum tahu, hehe…) dan juga punya usaha di bidang kuliner/ punya semacam butik (kalau yang ini mimpi istri ) atau jenis bisnis lainnya. Kini sedang berikhtiar serta menunggu doa2 nya diijabah oleh Allah. Aamiin!

Discussion

6 thoughts on “Pulang Kampung

  1. alternatif 2-5 sudah semua (paling sering gajayana)..tapi untuk yang pertama belum pernah sekalipun Roy…ga tau caranya…ndeso-ndeso…hahahahahaha…

    Posted by SitoWar Doank | 07/11/2011, 2:21 am
    • Ga tahu caranya??? buka internet…. ga tahu internet??? Ndeso …. Hahaha… #iklane tukul

      Interior Gajayana sudah mirip kayak interior pesawat War,,,, cuma bedanya ga bisa terbang aja… Sekali2 coba lah naik pesawat dan rasakan sensasinya WeW….. Jakarta – Sby cuma +/- 1 jam. Sby – Banjarmasin 50 menit. Rugi War banyak duit tapi ga pernah naik pesawat haha…

      Posted by bung_roy | 07/11/2011, 8:21 am
  2. info yg menarik, jika ingin melakukan perjalanan umroh dan naik haji
    kamu harfatour mengundang tamu-tamu Alloh.

    Posted by harfatour | 06/12/2011, 8:34 am
  3. pulang kampung, sejak nikah traffic-nya meningkat tajam

    sebelum nikah, bisa setahun sekali
    setelah nikah, bisa 2 pekan sekali

    Posted by yordan | 16/12/2011, 1:36 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: