//
you're reading...
CasCIscUS

Anak Adalah Peniru Terbaik

Betapa kagetnya kami (lebih tepatnya saya sendiri :D) ketika mengetahui bahwa kata2 pertama yang keluar dari mulut mungil putri kecil kami (Sheza, 11m) tak lain adalah kata2 yang tak pernah kami perkirakan sebelumnya. Kami selalu mengajari Sheza untuk mengucapkan kata2 yang gampang dan sering dipakai sehari2 seperti maem…, mikkk, atau panggilan ayah ataupun bunda. Dan kami membayangkan kata2 itulah yang akan diucapkan pertama kalinya.

Tetapi kenyataannya berbicara lain. Manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha. Ternyata kata2 pertama yang diucapkan Sheza adalah kata2 “Ta…Ta..Ta..!”. Mungkin maksudnya Rinta…Rinta…Rinta… (nama bundanya-red). Selidik punya selidik, si kecil Sheza ternyata menirukan panggilan eyang putri waktu memanggil bundanya. Dan kejadian itu dia saksikan hampir setiap hari, di depan matanya lansung. Duh,

Kejadian ini semakin menguatkan kepercayaan saya bahwa anak adalah peniru terbaik (the great imitator). Dan sayangnya, anak tidak bisa memilih & memilah mana yang baik/ yang buruk untuk ditiru. Dengan kata lain, apapun itu, entah kata2 atau tingkah laku orang disekitarnya akan di copy-paste 100%.

Orang yang paing dekat dengan si kecil akan menjadi model yang akan dia tiru. Dan orang tuanyalah yang akan dia jadikan “role model” pertama. Dan rumah akan menjadi “madrasah” pertama baginya sebelum sekolah2 formal nantinya.

Pelajaran penting yang setidaknya bisa kita ambil dari sini adalah:

  1. Anak adalah peniru terbaik
  2. Apapun itu, entah baik atau buruk akan di copy-paste sama anak.
  3. Orang tua dan lingkungan adalah madrasah pertama baginya.

Jadi, kalau kita ingin anak kita menjadi anak sholeh/ sholehah, maka tidak bisa tidak, kita harus menjadi orang tua yang sholeh/ sholehah juga untuk dijadikan contoh bagi si kecil. Dan anak adalah amanah Allah yang harus dijaga sebaik-baiknya. Kalau begitu, yuks jadi orang tua sholeh! 🙂

Advertisements

About bung_roy

Seseorang yang sedang mengejar mimpi2 nya. Dan berusaha keras agar mimpi2 tersebut menjadi kenyataan. Berharap suatu saat bisa berhaji dengan bapak-ibu dan istri. Serta punya ambisi untuk bisa menginjakkan kaki pertama di Mekkah sebelum kota2 lain di LN. Mimpi2 yang lain adalah bisa menulis sebuah buku (tapi tentang apa belum tahu, hehe…) dan juga punya usaha di bidang kuliner/ punya semacam butik (kalau yang ini mimpi istri ) atau jenis bisnis lainnya. Dan ingin sekali resign dari pekerjaan setelah itu. Kini sedang berikhtiar serta menunggu doa2 nya diijabah oleh Allah. Aamiin!

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: