//
you're reading...
@LL about Parenting

Pengalaman Pertama Menyusui oleh Bunda Sheza # kampanye ASI

Ini adalah tulisan bunda Sheza dalam rangka mengikuti lomba di salah satu group di FB (TANYA ASI – HZ Lactation Center). dan Alhamdulillah menang…. Selamat ya Bunda Sheza!! 🙂

Assalamu’alaikum, ikut memeriahkan pekan ASI dunia nih \(^.^)/. Sangat sulit sekali mencari nakes dan RS yang proASI di daerah saya (kediri-jatim). Inilah sekelumit kisah yang mencerminkan betapa kerdilnya saya, tidak mencari info tentang nakes yg proASI. Hanya karena barokah pertolongan ALLAH saya bisa menyusui walau tanpa IMD. Entah apa jadinya jika waktu pertama melahirkan, ASI tidak keluar, mun…gkin sheza tidak akan menikmati kelezatan ASI.

Suatu ketika di bulan September 2010, tepatnya tgl 28. Saya tergeletak di ruang operasi untuk melahirkan bayi saya. Manusia berusaha, Allah berkehendak lain. Sungguh saya tidak mengira akan melahirkan secara SC. Waktu itu saya beranggapan bahwa melahirkan secara SC merupakan penyebab ASI tidak mau keluar. Inisiasi Menyusui Dini pun menguap dari pikiran saya. Pengetahuan IMD saya dapatkan dari belajar otodidak, jadi yaaaa sekadarnya saja. Penegatahuan ini saya dapatkan dari googling, wkt itu ada seorang teman- bukan nakes- yg menulis pesan di wall fb ”tolong cari info IMD ya, lalu ntar kalo lairan mintalah nakes untuk membimbing IMD”. Miris sekali, dari 3 DSOG dan 3 bidan berbeda (6 nakes ini tersebar di daerah Tangerang selatan dan kediri karena selama kehamilan saya bolak balik dari tangsel-kediri) yg saya datangi selama kehamilan tidak ada satupun yg memberi arahan tentang IMD (-.-)! Info IMD pertama kali justru saya dapatkan dari teman yg bukan nakes.

Oke kembali ke proses persalinan, setelah ”baby of the year” Sheza Aquila Hafsa lahir, seorang perawat dengan cekatan membersihkan dan menimbangnya. Lalu mendekatkan sheza kepada saya sambil berkata ”selamat ya bu, bayinya sehat perempuan, beratnya 3kg” kemudian saya mencium bayi saya sebentar sebelum si perawat dengan cepat membawa sheza pergi sementara saya masih di ruang operasi untuk dijait. Begitu keluar dari ruang operasi, sheza kembali di dekatkan kepada saya sekedar supaya saya bisa melihat lagi lalu kembali diletakkan dalam box dan diadzani oleh kedua kakeknya.

Selang 30 menit kemudian seorang perawat masuk untuk memeriksa keadaan saya sambil (maaf) memencet puting untuk memeriksa apakah ASI saya keluar apa tidak. Alhamdulillah… saya tidak menyangka ada setetes putih keluar dari PD. Segera si perawat membantu saya mengatur posisi untuk bisa menyusui. Dulu saya kira inilah yg disebut proses IMD yg benar. Baru sekarang saya sadar itu bukan IMD, karena harusnya IMD dilakukan sebelum satu jam setelah bayi dilahirkan dan bayi dibiarkan merangkak di atas dada ibunya untuk mencari puting. Kenyataannya yang terjadi pada saya, proses ”IMD”nya dilakukan setelah lebih dari satu jam proses kelahiran dan sheza tidak dibiarkan merangkak di atas dada saya untuk mencari puting.

Jika waktu itu ketika perawat memencet puting saya dan ASI tidak keluar, mungkin saya akan ditawari sufor atau diberi air putih campur madu untuk diminumkan pada sheza. Seperti yang umumnya terjadi di tempat2 persalinan di daerah sini (berdasarkan cerita teman saya ketika ASInya tidak keluar maka bidan langsung menyarankan memberi sufor). Mungkin ini salah saya juga sih, jauh2 hari tidak berpesan kepada bidan di RS tersebut supaya dibimbing IMD yang benar.

Semalaman saya (dengan dibantu ibuk saya) berusaha untuk miring dan mencari posisi yang nyaman supaya sheza bisa leluasa menyusu, tapi karena badan yg masih lemah pasca operasi akhirnya ibuk menghentikan usaha untuk menyusui tersebut. Dan sheza pun terus menangis, ibuk mengira dia lapar, sementara saya mengira dia ingin terus dipeluk atau digendong. Ibuk pun berniat minta sufor pada perawat, saya tetap tidak mengizinkan dan terus meyakinkan bahwa sheza bisa bertahan sampai 3 hari tanpa asupan apapun.
Akhirnya untuk menghindari perdebatan panjang, saya mengalah. Ibuk memberi sheza sufor. Saya hanya tersenyum kecut ingin menangis mengadu kepada suami, meminta dukungan supaya sheza tidak diberi sufor lagi tapi apa daya suami masih otw dari tangerang ke kediri (kampung saya).

Keesokan harinya intensitas pup sheza lumayan sering, perawat memeriksanya dan mengatakan mungkin ini diare karena dia tidak tahan sufor. Seorang perawat senior kemudian masuk ruangan dan berpesan kalau nanti ada DSA visit tolong jangan bilang kalau semalam si bayi diberi sufor (What???!!! Kami disuruh berbohong untuk melindungi kebijakan RS yg tidak proASI).

Hari itu juga saya bisa duduk dan berusaha mencari posisi yg nyaman bagi sheza untuk menyusu. Saya belajar menyusui dan sheza belajar menyusu. Subhanallah, ada desiran bahagia dalam setiap aliran ASI yg saya rasakan mengalir turun dari glandula mamae ke dalam mulut mungil sheza. Kemesraan berbuah surga yg siapapun ibu menyusui akan selalu mengingatnya. Apalagi ketika itu, suami sudah datang. Bahagia yang bertambah tambah…(halah lebay hihihi).

Seharian dari pagi sampai malam, durasi menyusu sheza cukup lama, bisa sampai satu jam. Sementara PD saya semakin membengkak. Kembali ibuk khawatir sheza kekurangan ASI dan menyarankan saya supaya besok2 sheza diselingi sufor saja. Saya tetap berkeras tidak memberi sufor kepada sheza dan berpandapat sheza lama menyusu karena masih belajar dan aliran ASInya belum lancar.

Alhamdulillah 3 hari pasca operasi saya diperbolehkan pulang. Kemudian saya googling cara perlekatan yg baik. Dalam waktu 1 bulan, puting yang awalnya lecet dan berdarah pelan2 membaik. ASI tetap lancar dan sheza tumbuh sehat dengan kenaikan BB lebih dari 500 gram sebulan. Namun kembali ibuk menyarankan supaya saya memberi sufor kepada sheza. Biar kelihatan gemuk dan montok kata ibuk. Saya jawab, biarlah tidak terlalu montok yang penting BBnya selalu naik di atas KBM dan anaknya sehat. Gemuk dan montok tidak selalu sehat. Saya juga menjelaskan ke Ibuk kalau bila diselingi sufor nanti produksi ASI bisa turun bahkan habis. Ibuk menawarkan sufor disamping supaya sheza kelihatan gemuk juga kasihan melihat saya setiap malam hampir tidak pernah tidur nyenyak karena harus siap siaga bila sheza terbangun sewaktu-waktu untuk minta nenen. Biarlah saya kecapekan kurang tidur setiap malam, punggung sakit dan pantat pegel (karena kebanyakan duduk) tapi yang penting ASI untuk sheza terpenuhi.(sebelum sheza 2 bulan saya tidak berani nenenin sambil berbaring).

Alhamdulillah ibuk berhenti menggoda dengan sufornya dan umur 3 bulan pun sheza saya bawa ke tangerang (mengikuti suami yg sedang menempuh studi di sana) dan saya bebasssssss….. dari godaan sufor. Sekarang sheza sudah 10 bulan, Alhamdulillah ASI tetap lancar dan NO SUFOR. Semoga ini adalah barokah dari Allah untuk si genduk ayu.

Big hug to xxx, serta para pendekar ASI lainnya, yang selalu mendukung pemberian asi untuk generasi yg sehat jiwa dan raga. Terimakasih banyak atas perhatiannya. Maaf kalo kepanjangan jd mirip mini novel (^.^)v

Advertisements

About bung_roy

Seseorang yang sedang mengejar mimpi2 nya. Dan berusaha keras agar mimpi2 tersebut menjadi kenyataan. Berharap suatu saat bisa berhaji dengan bapak-ibu dan istri. Serta punya ambisi untuk bisa menginjakkan kaki pertama di Mekkah sebelum kota2 lain di LN. Mimpi2 yang lain adalah bisa menulis sebuah buku (tapi tentang apa belum tahu, hehe…) dan juga punya usaha di bidang kuliner/ punya semacam butik (kalau yang ini mimpi istri ) atau jenis bisnis lainnya. Dan ingin sekali resign dari pekerjaan setelah itu. Kini sedang berikhtiar serta menunggu doa2 nya diijabah oleh Allah. Aamiin!

Discussion

2 thoughts on “Pengalaman Pertama Menyusui oleh Bunda Sheza # kampanye ASI

  1. Aslmkm, saya seorang ibu hamil, baru 2 th tinggal di Kediri. Boleh engga kenalan sama bundanya Sheza? Karena sekarang juga lagi mencari2 tempat untuk bersalin yang mendukung IMD dan ASI, siapa tahu bundanya Sheza bisa membantu…. Terima kasih sebelumnya

    Posted by Laili | 01/05/2012, 3:17 pm
    • Wa’alaykum salam. maaf baru balas, boleh bu… silahkan sms ke nomor 0856.46677.885. kebetulan kami dari Kediri, dan sekarang tinggal di Tangerang

      Posted by bung_roy | 23/08/2012, 9:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: