//
you're reading...
Pojok religius & nasehat

Ahlan Wa Sahlan Syahrut Tarbiyyah, Syahrur Ramadhan

Bulan suci Ramadhan tinggal satu hari lagi. Rasanya baru kemarin bulan suci ini berlalu. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Teman2 merasakan hal yang sama bukan??  Tapi, alhamdulillah saat ini kita masih diberi nikmat kesempatan dan kesehatan. Semoga kita masih bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun ini dan melaluinya dengan optimal, lebih baik dari tahun lalu. Amiin.

Berikut saya cuplikkan sepenggal tulisan di bukunya Dr. Aidh Alqarni “Ramadhan, Agar Puasa Tak Sekedar Lapar & Dahaga”, yang menggambarkan bulan Ramadhan seolah2 berpesan kepada kita:

Wahai Ramadhan, engkau datang untuk berkata kepada mata agar berpuasa dari melihat hal-hal yang haram, sebelum yang Maha Mengetahui murka dan sebelum dinyalakan api yang teramat panas. Selain itu, engkau juga berkata agar mata berpuasa dari memandang yang haram, dan memerintahkannya untuk menangis di tengah kegelapan malam.

Engkau juga berkata kepada lisan, “Wahai lisan, berpuasalah dari ghibah (membicarakan orang lain) dan namimah (mengadu domba), kata2 keji dan kotor, begitu juga dari ungkapan2 cabul dan senda gurau”.

Engkau datang wahai Ramadhan, untuk berkata kepada tangan, ” Wahai tangan, berpuasalah dari memukul, membunuh, mencuri, dan korupsi. Berpuasalah dari perbuatan risywah (suap-menyuap) sebelum datang suatu hari nanti, engkau direbus dalam keadaan terbelenggu, yakni pada hari dimana tidak bermanfaat lagi alasan yang dikemukakan oleh orang2 zalim, bagi mereka laknat dan tempat kemmbali yang buruk.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yasin : 65)”

Engkau datang wahai Ramadhan, untuk berkata kepada kaki, “Wahai kaki, berpuasalah dari berjalan menuju yang haram, juga berpuasalah dari berjalan menuju tempat2 kemaksiatan lagi kesesatan dan dari pulang-pergi dalam kemurkaan Rabb langit dan bumi, dari jalan2 yang tercela, rendah serta hina!”.

Wahai Ramadhan, engkau pun datang untuk berkata kepada perut agar berpuasa dari memakan barang yang haram, karena badan yang diberi makanan haram, neraka lebih pantas baginya. Engkau berkata kepadanya,”Wahai perut, berpuasalah dari memakan yang haram dan hasil penipuan, sebelum engkau bertemu Allah Yang Maha Mengetahui segala rahasia dan apa yang tersembunyi”.

Okey teman, menangkap isi pesan yang disampaikan dari penggalan tulisan di atas? Kita berdo’a semoga Allah memberi kemudahan kita dalam memaksimalkan amal kita di Bulan Ramadhan, sehingga kita mendapatkan ridho Nya. Amiin.

Akhirnya, kita bisa menyambut kedatangan bulan mulia, bulan suci Ramadhan. Ahlan wa sahlan syahrut tarbiyyah, syahrur Ramadhaan.

Advertisements

About bung_roy

Seseorang yang sedang mengejar mimpi2 nya. Dan berusaha keras agar mimpi2 tersebut menjadi kenyataan. Berharap suatu saat bisa berhaji dengan bapak-ibu dan istri. Serta punya ambisi untuk bisa menginjakkan kaki pertama di Mekkah sebelum kota2 lain di LN. Mimpi2 yang lain adalah bisa menulis sebuah buku (tapi tentang apa belum tahu, hehe…) dan juga punya usaha di bidang kuliner/ punya semacam butik (kalau yang ini mimpi istri ) atau jenis bisnis lainnya. Kini sedang berikhtiar serta menunggu doa2 nya diijabah oleh Allah. Aamiin!

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: