//
you're reading...
CasCIscUS

Soto Branggahan…. maknyus!

Kali ini kita ngomongin masalah kuliner, khususnya soto. Ternyata, selain terkenal dengan gethuk pisang dan tahu taqwa, kediri juga punya kuliner khas yaitu soto branggahan. Soto yang terkenal lainnya yaitu soto Bok Ijo yang bertempat di terminal baru Tamanan. Kalau soto Bok ijo ini, saya tahu dari SMA tahun 2002.

Branggahan adalah nama sebuah desa/ daerah di Kediri. Makanya soto yang ada di situ terkenal dengan nama soto Branggahan. Denger-denger nama aslinya sih soto Jimat. Branggahan ini memang sangat terkenal dengan sotonya. Banyak sekali warung-warung soto yang berjejer-jejer di pinggir jalan sepanjang jalan raya Kediri – Tulung Agung ini. Dan anehnya, warung2 itu selalu aja ada pembelinya dan puncaknya pada hari raya idul fitri. Kalau pas lebaran, biasanya di depan warung2 itu terparkir mobil-mobil dengan plat N, L, W dll padahal plat nomor di Kediri adalah AG. Memang, kalau pas lebaran atau hari libur banyak orang-orang luar kota yang berhenti untuk mencicipi rasa khas dari soto branggahan. 

Soto branggahan ini disajikan di mangkuk kecil dan memiliki rasa yang khas: gurih, dan maknyuuss pokoke. Biasanya sekali duduk, pembeli2 itu bisa menghabiskan 2-5 mangkuk. Soalnya mangkuknya kecil, jadi kalau hanya satu mangkuk belum kenyang rasanya dan pengennya selalu nambah. Untuk lebih jelasnya, kita lihat penampakannya…..

soto branggahan dengan ukuran mangkok yang mungil (bisa dibandingin dengan ukuran gelas es teh)

 

penampakan soto branggahan lebih jelas lagi...

Soto branggahan ini agak berbeda dengan soto2 kebanyakan, terutama soal rasanya. Selain terbuat dari santan dan juga bumbu2 khas, daging ayam yang digunakan juga berasal dari ayam kampung.

Walaupun saya dilahirkan dan dibesarkan di kediri, tapi baru merasakan langsung soto ini pas habis menikah. Soalnya rumahnya bunda Sheza adalah Branggahan, jadi deket  :hammer!. Sebelumnya hanya sering lewat aja daerah ini dan heran aja karena banyaknya warung soto yang berjejer-jejer. Sekarang, kalau pulang kampung dan pas ke rumah mertua, saya sempetin mencicipi soto ini.

Soal harga? jangan kawatir, lumayan murah koq. Satu porsi harganya tiga ribu rupiah. Kalau dibanding dengan di Jakarta, harga segitu termasuk sangat murah (ya iya laah…). Minggu kemarin pas liburan saya beli satu mangkok ditambah es teh manis ditambah kerupuk rambak cukup bayar enam ribu rupiah. So, kalau lagi mampir di Kediri, tidak ada salahnya kalau Anda mencobanya!

Advertisements

About bung_roy

Seseorang yang sedang mengejar mimpi2 nya. Dan berusaha keras agar mimpi2 tersebut menjadi kenyataan. Berharap suatu saat bisa berhaji dengan bapak-ibu dan istri. Serta punya ambisi untuk bisa menginjakkan kaki pertama di Mekkah sebelum kota2 lain di LN. Mimpi2 yang lain adalah bisa menulis sebuah buku (tapi tentang apa belum tahu, hehe…) dan juga punya usaha di bidang kuliner/ punya semacam butik (kalau yang ini mimpi istri ) atau jenis bisnis lainnya. Dan ingin sekali resign dari pekerjaan setelah itu. Kini sedang berikhtiar serta menunggu doa2 nya diijabah oleh Allah. Aamiin!

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: