//
you're reading...
Anda Sebaiknya Baca

Sedikit tips ngerjain test TOEFL

Tadi pagi baru aja ikutan simulasi test TOEFL di kampus, itung2 sambil merefresh ingatan ttg grammar. Sebenarnya setengah hati sih mau ikutan (maksudnye setengah hati buat belajarnya :), cuma dipikir2 ga ada salahnya juga kalo ikutan, toh biayanya cuma 15 rebu perak, dan lagi jarang2 lho nemuin simulasi test TOEFL dengan biaya murah.

Dan setelah ngikutin test nya kurang lebih selama 2 jam, hasilnya bisa ditebak: keringat dingin! …hehe, moga2 aja nilainya ga malu2in.  Dari tiga bagian test (listening, grammar, reading), bagian listening yang paling ga berkutik. Ga ngerti apa yg diomongin dalam percakapan. jadinya ngerjainnya ngaco abis, kayak main tebak2an :D.

bagi yang mau ngikuti test TOEFL, ni mungkin ada tips dari hasil google, noooh:

BANYAK orang menganggap soal TOEFL sangat sulit dan menjebak karena berbeda dengan soal-soal di bahasa Inggris biasa (general English). Namun walau sulit, bukan tidak mungkin mendapatkan nilai tinggi di TOEFL. Dengan persiapan yang baik dan tahu strategi mengerjakan soal-soal TOEFL, maka peluang mendapatkan nilai tinggi TOEFL sangat terbuka.

“Ujian TOEFL memang sukar. Soalnya banyak yang mengecoh. Selain itu, waktu yang tersedia sangat pendek. Dalam waktu 130 menit harus mengerjakan 140 soal dan mengerjakan esai 300 kata dalam waktu 30 menit. Untuk ujian listening, peserta ujian harus mengerahkan konsentrasi karena percakapannya sangat cepat, sering tidak jelas, dan hanya diputar satu kali,” kata Danny R Cyssco, penulis buku TOEFL dan Bahasa Inggris, dalam seminar “Keys to Succes in TOEFL” yang diselenggarakan Toko Buku Gramedia, akhir Juli lalu.

Menurut Cyssco, tidak bisa ujian TOEFL dilakukan dengan hanya belajar satu malam atau satu minggu sebelum tes. Para peserta TOEFL harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan nilai tinggi.

“Sebaiknya ambillah kursus persiapan TOEFL untuk meningkatkan pemahaman bahasa Inggris. Persiapan juga bisa dilakukan dengan mempelajari buku-buku TOEFL, mencoba mengerjakan soal-soalnya, lalu mencocokkan jawabannya. Dengan sering mencoba soal-soal tersebut, peserta menjadi terbiasa dengan jebakan-jebakan yang ada di TOEFL,” ujar Cyssco.

Tambahnya, “Jika sudah biasa mengerjakan, maka peserta tes tidak lagi merasa gugup dan grogi saat ujian. Sesiap apa pun seorang peserta, jika perasaan tidak tenang maka dia bisa gagal dalam ujian itu.”

Tes TOEFL terdiri dari empat bagian, yakni listening (mendengarkan), structure and written expression (tata bahasa), reading (memahami bacaan), dan writing (esai). Mendengarkan terdiri 50 soal dan lamanya 35 menit. Tata bahasa mempunyai 40 soal yang harus dijawab dalam waktu 25 menit. Dan untuk mengerjakan 50 soal bacaan disediakan waktu 55 menit. Sedangkan untuk esai, setiap peserta harus membuat karangan sepanjang 300 kata dalam waktu 30 menit. Dalam menulis karangan ini, setiap peserta harus memberikan argumentasi.

Karena waktu yang disediakan sangat pendek sementara soalnya begitu banyak dan menjebak, maka diperlukan strategi dalam mengerjakannya.

Menurut Cyssco ada kiat-kiat umum yang bisa dilakukan oleh para peserta.

Pahami perintahnya dengan baik. Dari tahun ke tahun, perintah yang ada dalam soal-soal TOEFL selalu sama. Jadi hal ini bisa dipelajari sebelum mengikuti tes. Dengan begitu, tidak perlu membuang waktu untuk membaca perintah soal.

Dengarkan percakapan dengan seksama karena hanya diputar satu kali. Konsentrasilah pada soal. Jangan bicara atau melihat ke sesuatu yang lain karena bisa membuyarkan konsentrasi.

Pilihlah pertanyaan yang mudah dulu. Jangan buang waktu untuk mengerjakan soal yang sulit. Biasanya, soal-soal TOEFL bertingkat, dari mudah ke sulit. Namun untuk jawabannya, tidak ada model yang pasti. Maksudnya, setelah menjawab B empat kali, maka jawaban berikutnya pasti D.

Jangan sampai ada soal yang kosong karena sistem penilaian TOEFL bukan sistem penalti, dikurangi bila memberikan jawaban salah.

Jangan menyontek atau memberitahu teman. Jika ketahuan, maka panitia tidak segan-segan mengeluarkan peserta itu dan melarang mengerjakan tes lagi.

SELAIN ada kiat-kiat umum, tentu ada kiat khusus. Kiat khusus ini sangat berguna untuk mengerjakan soal mendengarkan dan tata bahasa.

Kiat khusus untuk soal mendengarkan. Duduklah di dekat pengeras suara, bukan di dekat radio tape. Namun jangan duduk di depannya langsung, juga jangan dekat tembok karena suara akan bergema.

Soal mendengarkan terdiri dari tiga bagian. Masing-masing bagian memiliki kiat khusus. Untuk bagian pertama, begitu mendengar percakapan, fokuslah pada pembicara ke dua. “Biasanya jawabannya ada pada pembicara ke dua,” kata Cyssco. Kemudian perhatikan struktur kalimat dan ekspresi dari pembicara. Misalnya setuju, terkejut, tidak pasti, menyarankan, dan sebagainya.

Untuk bagian kedua, fokuskan pendengaran pada kalimat pertama karena ide dari percakapan tersebut ada di situ. Buatlah kesimpulan tentang situasi dan keadaan di mana percakapan itu terjadi. Misalnya kapan, di mana, dan siapa. “Tetapi jangan buat catatan karena hal itu dilarang. Jika tidak yakin tebak saja,” tegas Cyssco.

Untuk bagian ketiga, bacalah dulu keempat jawaban dari masing-masing soal, lalu pilihlah jawaban yang cocok dengan percakapan.

Strategi khusus yang bisa dipakai untuk soal tata bahasa adalah memahami soal. Mulailah mengerjakan soal yang mudah, yakni nomor 1-15. Setelah itu baru nomor 16-40. Pilihlah dua jawaban yang paling mungkin, lalu pelajarilah. Jika masih tidak tahu mana jawaban yang benar, tetaplah menjawab. Jika masih ada waktu, periksalah nomor-nomor akhir karena itu yang sulit.

Satu yang harus diingat, walau nilai TOEFL penting, yang lebih penting lagi adalah pemahaman yang baik terhadap bahasa Inggris dan berani menggunakannya.

reff: http://blog.uad.ac.id/santos/2009/05/22/tip-and-trik-dalam-menghadapi-ujian-toefl/

Advertisements

About bung_roy

Seseorang yang sedang mengejar mimpi2 nya. Dan berusaha keras agar mimpi2 tersebut menjadi kenyataan. Berharap suatu saat bisa berhaji dengan bapak-ibu dan istri. Serta punya ambisi untuk bisa menginjakkan kaki pertama di Mekkah sebelum kota2 lain di LN. Mimpi2 yang lain adalah bisa menulis sebuah buku (tapi tentang apa belum tahu, hehe…) dan juga punya usaha di bidang kuliner/ punya semacam butik (kalau yang ini mimpi istri ) atau jenis bisnis lainnya. Dan ingin sekali resign dari pekerjaan setelah itu. Kini sedang berikhtiar serta menunggu doa2 nya diijabah oleh Allah. Aamiin!

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: