//
you're reading...
Anda Sebaiknya Baca

Hukum Perbandingan

Kalau tidak salah sudah tiga bulan terakhir ini FPL kita sepi-sepi saja. Disini saya mau memaparkan tentang hukum perbandingan yang merupakan pernyataan bahwa Sebuah nilai terlihat mahal atau murah, bagus atau buruk bergantung nilai pembandingnya.

Begini ceritanya,seorang gadis yang kebetulan kuliah di luar negeri mengirim surat kepada ibunya yang bunyinya seperti ini: Dear Ibu,aku sangat menyesal karena telah salah bergaul, hingga akhirnya aku mendapat pacar seorang preman jalanan. Aku terlibat dengan gaya hidup bebas, mulai dari menenggak minuman keras,ganja dan sexs bebas. Aku sekarang bingung dan hamil dan bingung karena pacarku menyarankan untuk melakukan aborsi saja. Sementara itu aku sangat takut karena pacarku ternyata mengidap virus AIDS. Maafkan aku Putrimu.

NB : Bu, semua itu tidak benar. Yang benar adalah nilai raporku buruk dan aku tidak lulus kuliah. Aku hanya ingin menunjukkan kepadamu bahwa ada banyak hal-hal yang lebih buruk dalam hidup ini dibandingkan raporku yang buruk.

Apakah si ibu akan marah saat tahu bahwa anaknya tidak lulus? Tentu tidak,karena sebelumnya si ibu sudah gemetaran membayangkan anak perempuannya terlibat pergaulan buruk, hamil di luar nikah dan mau aborsi segala. Jadi jika dibandingkan dengan hal-hal yang menyeramkan tersebut, soal rapor yang buruk hanyalah hal yang sepele. Bagi si ibu nilai rapor yang buruk tidak menjadi masalah selama anaknya tidak mengalami kejadian -kejadian fiktif seperti yang dibacanya. Coba seandainya si anak langsung bercerita bahwa dia tidak lulus kuliah, tentu saja si ibu akan langsung kebakaran jenggot. Mengapa? Karena tidak ada pembandingnya. Itulah hukum perbandingan!

Secara tidak langsung kita juga terpengaruh hukum perbandingan ini. Misalnya kita pergi ke toko elektronik lalu dalam sebuah TV tertera harga 10 juta yang kemudian dicoret dan dibawahnya tertulis 3 juta. Dengan adanya pembanding 10 juta yang dipersepsi sebagai harga normal, maka harga 3 juta terlihat sedemikian murah. Coba bandingkan seandainya barang tersebut tidak ada nilai pembanding  langsung saja tertera 3 juta, maka harga barang tersebut tidak kelihatan murah. Kita juga bisa menerapkan hukum perbandingan ini dalam hidup kita. Bandingkan dengan orang yang levelnya ada di bawah kita, kita akan bersyukur. Bandingkan dengan orang yang levelnya di atas kita, maka kita akan terpacu.

# sebuah artikel dari milist intranet kantor (eddyson h)

Advertisements

About bung_roy

Seseorang yang sedang mengejar mimpi2 nya. Dan berusaha keras agar mimpi2 tersebut menjadi kenyataan. Berharap suatu saat bisa berhaji dengan bapak-ibu dan istri. Serta punya ambisi untuk bisa menginjakkan kaki pertama di Mekkah sebelum kota2 lain di LN. Mimpi2 yang lain adalah bisa menulis sebuah buku (tapi tentang apa belum tahu, hehe…) dan juga punya usaha di bidang kuliner/ punya semacam butik (kalau yang ini mimpi istri ) atau jenis bisnis lainnya. Kini sedang berikhtiar serta menunggu doa2 nya diijabah oleh Allah. Aamiin!

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: